MANAJEMEN TRANSPORTASI
A.
ARTI PENTING MANAJEMEN
TRANSPORTASI
Istilah lain tranportasi atau
transportasi adalah alat pengangkut. Manajemen trasnportasi memberi arti
penting dalam logistik karena melalui pengelolaan pengangkutan yang baik maka
arur bahan/barang dari sumber tujuan akn berjalan secara efektif dan efisien.
Secara geografis, manajemen transportasi memberi arti penting dan manfaat pada
sitem logistik, yakni menghubungkan fasilitas-fasilitas dengan pelanggan atau
pengguna.
Pada perusahaan pengeluaran
biaya trasnportasi menjadi pengeluaran terbesar dibanding dengan pengeluaran
komponen logistik lainya. Selain itu trasnportasi merupakan komponen terumit
dalam logistik, sehingga komponen trasnportasi slalu di kelola dengan efektif
dan efisien. Trasportasi yang efektif dapat mencapai tujuan trasnportasi dan
transportasi efisien dapat menekan biaya sekecil mungkin.
Kita dapat memilih moda
trasportasi sesuai kebutuhan kita, dan ;perlu dikombinasikan antara darat, laut
dan udara. Dalam hal ini juga kita harus memikirkan efektifitas dan efisien
sehingga manajemen transportasi meliputi perencanaan, implementasi, dan
pengendalian pengangkutan dari sumber hingga sampai ke tempat tujuan
sebagaimana permintaan pelanggan.
B.
PRASRANA DAN SARANA
TRANSPORTASI
Istilah prasanaran transportasi
atau transportasi infrastucture berarti rangka dasar yang di sediakan untuk
memfasilitasi proses angkutan. Berkaitan dengan mhal ini, kita dapat memilih
beberapa moda transportasi. “Moda Transportasi” berarti cara utama yang
digunakan, ada lima jenis moda transportasi, yaitu :
1.
Kereta
Api;
2.
Jalan
Raya;
3.
Jalan
Air;
4.
Saluran
Pipa;
5.
Penerbangan.
1.
Kereta Api
Jenis Moda Kereta api (rail)
ini sangat populer di berbagai negara Eropa, RRC, Australia dan Amerika
Serikat, Jarak yang lebih jauh menjadi lasan untuk menggunakan kereta apidi
negara – negara tersebut.
2.
Jalan Raya
Pemanfaatan alat angkut trukdi
indonesia lebih dominan dibandingkan kereta api untuk angkutan barang. Truk
yang secara fleksibel dapat menyusuri kesemua penjuru daerah lebih cocok
daripada kereta api.
Truk bisa digunakan sebagai alat transportasi barang bukan saja
di satu pulau jawa tapi antar pulai di indonesia, selain itu keterbatasan
jangkauan rel kereta api yang hanya menghubungkan antar kota menjad pemicu
makin banyaknya pemakain truk di indonesia, selain itu juga alesan dari pemakaiana truk yaitu dinilai lebih jauh
lebih rendah ketimbang mengguanakan pesawat terbang.
3.
Jalan Air
Transportasi air dapat
dibedakan berdasarkan tempat terjadinya pengangkutan, yakni terdiri dari (a)
jalur air pedalaman seperti sungai dan kanal, (b) danau (c) pantai dan lepas
pantai, serta (d) lautan internasional. Indonesia sebagai Negara maritim sangat
banyak memanfaatkan lautan sebagai urat nadi trasnportasi barang.
Pengangkutan barang bukan saj
terjadi anra pulau, tetapi antarpelabuhan dalam sebuah pulau, Pemanfaatan
lautan lepas untuk aktivitas transportasi internasional menjadi sangat penting
untuk ekspor dan impor barang. Jarak tempuh kapal laut pengangkut barang
mencapai ribuan mil dari negara asal kenegara tujuan sehingga akan melebihi
satu hingga beberapa bulan untuk sampai ketempat tujuan.
4.
Saluran Pipa (pipe)
Alat Tranportasi dengan
menggunakan pipa saluran hanya dapat d guanakan untuk mengangkut produk berupa
cairan dan gas alam, minyak mentah, air dan bahan kimia, kelebihan dari alat
transportasi ini adalah dapat mengantar kletempat tujuan tepat waktu. Hal ini
disebabkan beberapa faktor , yaitu (a) aliran prodiuk di dalam saluran pipa
diawasi dan dikendalikan dengan komputer, (b) kehilangan dan kerusakan didalam
kebocoran pipa atau kerusakan sangat jarang sekali. (c) kondisi alam sangat
kecil berpengaruh pada produk yang dipindahkan dalam saluran pipa, (d) saluran
pipa tidak membutuhkan keintesifan kerja sehingga pemogokan atau absenya pekerja
efek yang sedikit dalam pengoperasianya.
5.
Penerbangan
Alat transportasi udara sangat
dibutuhkan oleh setiap negara. Karena alat trasnportasi ini menawarkan waktu
pengiriman yang jauh lebih cepat daripada moda agkutan lainya.
Alat transportasi uadar ini
mampu menjelajah dengan kecepatan 500 sapai 600 mil perjam, ukuran jarak tempuh
dalam penggunaan masing masing prasarana dapat di gunakan satuan ukur kilometer
(km) atau mil (mileage=jarak mil) utnuk di negara eropa lebih umum menggunakan
ukuran mil. Ukuran 1 mil setara dengan 7.407,5 meter, adapun satu mil di
inggris sama dengan 1.609 meter dan untuk 1 mil laut yang biasa di pakai di
inggris (pengukuran perjalanan kapal) setara dengan 1.855 meter.
Menurut Ballou (2004:167), ada
tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih layanan transportasi yaitu :
a.
Harga;
b.
Waktu
transit dan variabilitas;
c.
Kerugian
dan kerusakan.
Waktu yang diperlukan untuk transit time masing masing berbeda-beda
atar moda transportasi penggunaan truk dengan kereta api lebih cepat
menggunakan kereta aspi, dan juga penggunaan kapal laut dengan pesawat lebih
jau lebih cepat menggunakan pesawat.
C.
BIAYA TRANSPORTASI DAN
KONSOLIDASI PENGIRIMAN TERBATAS
Biaya pengiriman dapat dihitung
berdasarkan biaya tetap dan biaya variabelnya. Besarnya baiya transportasi
tergantung karakteristik jenis layanan. Biaya jasa transportasi didasari oleh
beberapa baiaya di antara pegawai,bahan bakar, perawatan terminal, jalan yang dilalui, Biaya biaya tersebut harus di
kaitkan dengan volume barang yang diangkut. Semakin banyak jumlah barang yang
di angkut semakin rendah biaya pengiriman perunitnya. Secara Khusu “Biaya
Tetap” yang dikeluarkan umumnya mencangkup biaya pemeliharaan kendaraan.
D.
SISTEM TRANSPORTASI
DOMESTIK
Transportasi adalah pemindah barang
atau manusia dari satu tempat ketempat lainya dengan menggunakan sebuah wahana,
wahana ini digerakan oleh manusia atau mesin. Merupakan jaringan jaringan dan
titik-titik yang memudahkan seseorang atau barang berpindah ketempat lain.
Transportasi terdiri dari lima jenis yang berbeda, yaitu truk, jalur kereta
api, uadara, air, dan pipa saluran.
E.
PERHITUNGAN BIAYA TRANSPORTASI
Metode transportasi telah
dikenal lebih luas, metode ini di gunakan untuk membantu para pebisnis dalam
menentukan lokasi, alokasi dana inventasi dan pembelanjaan modal, sceduling produksi serta pengiklanan.
Proses penyelesaian masalah transportasi di bagi menjadi dua tahap yakni tahap
alokasi awal, tahap uji optimasi dan modifikasi distribusi jika diperlukan. Uji
optimasi menggunakan metode stepping stone, sedanfgkan untuk modifikasi
distribusi menggunakan modi.
Contoh
: “ Sebuah perusahaan memiliki 3 pabrik yang berlokasi di kota, X, Y dan Z. dan
mempunyai alokasi masalah dalam hasil produksi dlam hal ini harus dikirm ke
gudang gudang di kota F, G dan H kebutuhan dapa dilihat dari kolom dibawah ini.
Pabrik
|
Kapasitas
Produksi Tiap Bulan
|
X
Y
Z
|
100 ton
80 ton
70 ton
|
Jumlah
|
260 ton
|
(Kapasitas Pabrik )
Pabrik
|
Kapasitas
Produksi Tiap Bulan
|
F
G
H
|
70 ton
130 ton
60 ton
|
Jumlah
|
260 ton
|
(Kebutuhan
Gudang )
Dari
|
Biaya
tiap ton (dalam ribu rupiah Rp)
|
||
Kegudang
F
|
Kedgudang
G
|
Kegudang
H
|
|
Pabrik X
Pabrik Y
Pabrik Z
|
22
17
27
|
7
22
12
|
10
12
21
|
(Biaya
Pengangkutan Setiap ton dari Pabrik X, Y, Z ke gudang F, G, H )
1.
Penyusunan Tabel Alokasi
Tabel Awal Trasnportasi
beriisikan data dari kasus yang harus diselesaikan, Penyusunan tabel fungsi
untuk memudahkan dalam penkerjaanya yang mengetahui hubungan antara kapasitas
pabrik, kebutuhan gudang.
Langkah-langkah
dalam pengisian tabel dilakukan sebagai berikut :
a.
Kebutuhan tiap-tiap gudang di letakan di
baris terakhir
b.
Kapasitas
tiap pabrik pada kolom terakhir
c.
Biaya
pengangkutan di letakan pada segi empat kecil pada Tabel 5.4
|
Gudang
F
|
Gudang
G
|
Gudang
H
|
Kapasitas Pabrik
|
|||
Pabrik X
|
|
|
|
110
|
|||
Pabrik Y
|
|
|
|
80
|
|||
Pabrik Z
|
|
|
|
70
|
|||
Kebutuhan Gudang
|
70
|
130
|
60
|
260
|
2. Langkah Distribusi atau Alokasi awal
Tabel 5.4 memperlihatkan data
awal yang harus di selesaikan. Ketika telah dapat menysun tabel tersebut,
langkah selanjutnya adalah menditribusikan produk alternatif pabrik-pabrik ke
tujuan, yakni ke gudang-gudang
3. Merubah Alokasi Secara trial and error
Sesuai tujuan metode trasnportasi untuk mengurangi biaya maka alokasi
sebagaimana tabel 55 perlu di ubah secara trial and error tabel 5.6 dengan
menghasilkan biaya pengangkutan yang lebih murah yaitu
110(7)+70(17)+10(22)+10(12)+40(21) = 3140.
1.
Modi Method
Metode MODI (Modified
Distribusi) ndilakukan dengan cara penentuana segi empat kosong yang dapat
menghemat baiaya.
a. Tabel pertama di idi sudut kiri atas bawah kanan bawah
b. Tes optimasi
Tes optimasi dilakukan untuk mengetahui biaya yang
dikeluarkan sudah optimal ataukah belum. Jika hasil dari tes optimasi > 0 maka biaya yang akan di keluarkan telah
optimal.
c. Memilih titik tolak perubahan.
Titik tolak perubahan ditentukan berdasarkan hasil tes
optimasi yang memiliki negatif terbesar karena akan dapat menhasilkan
pengangkutan terkecil.
2. Vogel’s Approximation Method (VAM)
Jika di bandingkan dengan metode lain
maka metode transportasi lebih mudah lebih cepat untuk dapat mengatur alokasi
awal dari beberapa sumber ke beberapa tujuan adalah model Vogel’s.
MATERIAL HANDLING DALAM LOGISTIK
Penyimpanan dan
penanganan bahan atau barang termasuk dalam salah satu tugas dalam manajemen
logistik. Penyimpanan dan penanganan bahan atau material handling tidak
dapat dipisahkan dari aktivitas logistik. Secara tegas kedua kegiatan ini harus
dilakukanhinggal munculnya order dari pelanggan dan mengirimkan barang jadi
kepelanggan tersebut Bahan yang mengalir dari gudang bahan baku perlu ditangani
agar masuk kedalam ruang proses pabrik, kemudian dalam proses produksi dari
satu ruangan keruangan lain, dan seterusnya hingga gudang barang jadi.
Keseluruhan aktivitas tersebut tidak terpisahkan dari penanganan bahan/barang
yang di sebut material handling
Materila Handling ini
melibatkan berbagai faktor penting, yakni tenaga kerja, peralatan dan
perlengkapan. Materila handling juga memerlukan biaya dan waktu yang tidak
sedikit dalam logistik, sehingga perlu dirancang dengan efektifitas dan efisien
sehingga menguntungkan. Pada perusahaan tertentu yang secara rutin dan memiliki
rute pemindahan yang tepat, biasanya material
handling dilakukan secara otomatis sehingga biaya dapat diminimumkan.
A. PENGERTIAN
DAN TUJUAN MATERIAL HANDLING
Materila
Handling adalah aktifitas pemindahan dari suatu tempat
ketempat lain, mengepak, dan penyimpanan untuk seluruh bentuk bahan baku,
barang dalam proses dan barang jadi. Ada tiga tepi kegiatan pokok dalam Material Handling , yakni pemindahan,
pengepakan, dan penyimpanan. Ketiga tugas ini memerlukan tenaga kerja,
peralatan dan perlengkapan, serta bahan-bahan pembantu untuk melengkapinya oleh
karena itu Material Handling memerlukan ruang, waktu dan biaya maka perlu
di rancang se efektif dan efisien. Tujuan utama dari perencanaan material handling adalah untuk
menghemat pengunaan luas lantai, mengurangi beban tenaga kerja, meningkatkan
keselamatan tenaga kerja, meningkatkan semangat kerja, dan meningkatkan
efisiensi biatya.
Dasar-dasar perencanaan
materila handling yang baik meliputi :
1.
Upayakan
agar hjalur pemindahan pendek dan lurus;
2.
Usahakan
agar bahan dekat pada tempat kerja;
3. Bahan
sebaiknya berada dekat dengan tempat proses dan bahan telah tersedia sebelum
pekerjaan dilakukan
4.
Upaya
mengkombinasikan cara-cara manula dengan cara otomatis;
5.
Utamakan
pemindahan orang daripada pemindahan barang.
B. FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN DAN JENIS MATERIAL HANDLING
Beberapa faktor yang
perlu di pertimbangkan dalam merencanakan material
handling :
1.
Asla
dan tujuan bahan yang ditangani Beragam asal bahan yang harus di tangani
mungkin dari gudang bahan baku, dari tempat proses atau dari gudang barang
jadi.
2.
Bentuk
bahan baku mungkin cair atau padat atau bentuk lainya. Ketika yang ditangani
cair maka cara penangananya berbeda dengan bahan padat.
3. Jarak
tempuh jarak yang harus dilewati dari asal ketuajuan untuk memindahkan suatu
bahan dengan bahan lainya kemungkinan berbeda.
4. Beban
bahan yang dipindahkan juga menjadi pertimbangan karena keragaman tingkat beban
bahan yang harus dipindahkan kemungkinan memerlukan penanganan yang berbeda.
5. Waktu
yang diperlukan. Secara umum, jarak tempuh dengan wkatu pemindahan memeliki
keterkaitan.
6. Pebandingan
an antara kecepatan pengadaan dengan pengiriman bahan menjadi pertimbangan
dalam merencanakan material handling .
oleh karena setiap penerimaan harus seimbang dengan waktu penyerahan.
7. Alur
dan rute pemindahan. Babarapa pemindahan bahan dapat terjadi mungkin searah
berlawanan atau saling menyilang. Keragaman tersebut menjadi juga menjadi
faktor penting untuk di rancang.
Berdasarkan
jarak tempuhnya materila handling terdiri dari du macam :
Yakni pemindahan
berjarak jauh (transport), dan pemindahan yang berjarak dekat (transfer).
Berdasarkan arahnya ada materila handling yang arahnya tetap (fixed path), dan
yang arahnya berubah-ubah (varied path equipment) jika ditinjau berdasarkan
hubunganya dengan lantai maka ada material handling yang terjadi langsung
menempel kelantai (floor typr) dan ada pula yang terjadi di atas lantai atau
menggantung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar