AKU dan KAMU

Aku dan Kamu Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas


Minggu, 15 Maret 2015

MANAJEMEN TRANSPORTASI



MANAJEMEN TRANSPORTASI

A.    ARTI PENTING MANAJEMEN TRANSPORTASI
Istilah lain tranportasi atau transportasi adalah alat pengangkut. Manajemen trasnportasi memberi arti penting dalam logistik karena melalui pengelolaan pengangkutan yang baik maka arur bahan/barang dari sumber tujuan akn berjalan secara efektif dan efisien. Secara geografis, manajemen transportasi memberi arti penting dan manfaat pada sitem logistik, yakni menghubungkan fasilitas-fasilitas dengan pelanggan atau pengguna.
Pada perusahaan pengeluaran biaya trasnportasi menjadi pengeluaran terbesar dibanding dengan pengeluaran komponen logistik lainya. Selain itu trasnportasi merupakan komponen terumit dalam logistik, sehingga komponen trasnportasi slalu di kelola dengan efektif dan efisien. Trasportasi yang efektif dapat mencapai tujuan trasnportasi dan transportasi efisien dapat menekan biaya sekecil mungkin.
Kita dapat memilih moda trasportasi sesuai kebutuhan kita, dan ;perlu dikombinasikan antara darat, laut dan udara. Dalam hal ini juga kita harus memikirkan efektifitas dan efisien sehingga manajemen transportasi meliputi perencanaan, implementasi, dan pengendalian pengangkutan dari sumber hingga sampai ke tempat tujuan sebagaimana permintaan pelanggan.

B.    PRASRANA DAN SARANA TRANSPORTASI
Istilah prasanaran transportasi atau transportasi infrastucture berarti rangka dasar yang di sediakan untuk memfasilitasi proses angkutan. Berkaitan dengan mhal ini, kita dapat memilih beberapa moda transportasi. “Moda Transportasi” berarti cara utama yang digunakan, ada lima jenis moda transportasi, yaitu :
1.   Kereta Api;
2.   Jalan Raya;
3.   Jalan Air;
4.   Saluran Pipa;
5.   Penerbangan.

1.   Kereta Api
Jenis Moda Kereta api (rail) ini sangat populer di berbagai negara Eropa, RRC, Australia dan Amerika Serikat, Jarak yang lebih jauh menjadi lasan untuk menggunakan kereta apidi negara – negara tersebut.
2.   Jalan Raya
Pemanfaatan alat angkut trukdi indonesia lebih dominan dibandingkan kereta api untuk angkutan barang. Truk yang secara fleksibel dapat menyusuri kesemua penjuru daerah lebih cocok daripada kereta api.
Truk bisa digunakan  sebagai alat transportasi barang bukan saja di satu pulau jawa tapi antar pulai di indonesia, selain itu keterbatasan jangkauan rel kereta api yang hanya menghubungkan antar kota menjad pemicu makin banyaknya pemakain truk di indonesia, selain itu juga alesan dari  pemakaiana truk yaitu dinilai lebih jauh lebih rendah ketimbang mengguanakan pesawat terbang.
3.   Jalan Air
Transportasi air dapat dibedakan berdasarkan tempat terjadinya pengangkutan, yakni terdiri dari (a) jalur air pedalaman seperti sungai dan kanal, (b) danau (c) pantai dan lepas pantai, serta (d) lautan internasional. Indonesia sebagai Negara maritim sangat banyak memanfaatkan lautan sebagai urat nadi trasnportasi barang.
Pengangkutan barang bukan saj terjadi anra pulau, tetapi antarpelabuhan dalam sebuah pulau, Pemanfaatan lautan lepas untuk aktivitas transportasi internasional menjadi sangat penting untuk ekspor dan impor barang. Jarak tempuh kapal laut pengangkut barang mencapai ribuan mil dari negara asal kenegara tujuan sehingga akan melebihi satu hingga beberapa bulan untuk sampai ketempat tujuan.
4.     Saluran Pipa (pipe)
Alat Tranportasi dengan menggunakan pipa saluran hanya dapat d guanakan untuk mengangkut produk berupa cairan dan gas alam, minyak mentah, air dan bahan kimia, kelebihan dari alat transportasi ini adalah dapat mengantar kletempat tujuan tepat waktu. Hal ini disebabkan beberapa faktor , yaitu (a) aliran prodiuk di dalam saluran pipa diawasi dan dikendalikan dengan komputer, (b) kehilangan dan kerusakan didalam kebocoran pipa atau kerusakan sangat jarang sekali. (c) kondisi alam sangat kecil berpengaruh pada produk yang dipindahkan dalam saluran pipa, (d) saluran pipa tidak membutuhkan keintesifan kerja sehingga pemogokan atau absenya pekerja efek yang sedikit dalam pengoperasianya.
5.   Penerbangan
Alat transportasi udara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Karena alat trasnportasi ini menawarkan waktu pengiriman yang jauh lebih cepat daripada moda agkutan lainya.
Alat transportasi uadar ini mampu menjelajah dengan kecepatan 500 sapai 600 mil perjam, ukuran jarak tempuh dalam penggunaan masing masing prasarana dapat di gunakan satuan ukur kilometer (km) atau mil (mileage=jarak mil) utnuk di negara eropa lebih umum menggunakan ukuran mil. Ukuran 1 mil setara dengan 7.407,5 meter, adapun satu mil di inggris sama dengan 1.609 meter dan untuk 1 mil laut yang biasa di pakai di inggris (pengukuran perjalanan kapal) setara dengan 1.855 meter.
Menurut Ballou (2004:167), ada tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih layanan transportasi yaitu :
a.     Harga;
b.     Waktu transit dan variabilitas;
c.     Kerugian dan kerusakan.
Waktu yang diperlukan untuk transit time masing masing berbeda-beda atar moda transportasi penggunaan truk dengan kereta api lebih cepat menggunakan kereta aspi, dan juga penggunaan kapal laut dengan pesawat lebih jau lebih cepat menggunakan pesawat.

C.       BIAYA TRANSPORTASI DAN KONSOLIDASI PENGIRIMAN TERBATAS
Biaya pengiriman dapat dihitung berdasarkan biaya tetap dan biaya variabelnya. Besarnya baiya transportasi tergantung karakteristik jenis layanan. Biaya jasa transportasi didasari oleh beberapa baiaya di antara pegawai,bahan bakar, perawatan terminal, jalan  yang dilalui, Biaya biaya tersebut harus di kaitkan dengan volume barang yang diangkut. Semakin banyak jumlah barang yang di angkut semakin rendah biaya pengiriman perunitnya. Secara Khusu “Biaya Tetap” yang dikeluarkan umumnya mencangkup biaya pemeliharaan kendaraan.

D.       SISTEM TRANSPORTASI DOMESTIK
Transportasi adalah pemindah barang atau manusia dari satu tempat ketempat lainya dengan menggunakan sebuah wahana, wahana ini digerakan oleh manusia atau mesin. Merupakan jaringan jaringan dan titik-titik yang memudahkan seseorang atau barang berpindah ketempat lain. Transportasi terdiri dari lima jenis yang berbeda, yaitu truk, jalur kereta api, uadara, air, dan pipa saluran.

E.       PERHITUNGAN BIAYA TRANSPORTASI
Metode transportasi telah dikenal lebih luas, metode ini di gunakan untuk membantu para pebisnis dalam menentukan lokasi, alokasi dana inventasi dan pembelanjaan modal, sceduling produksi serta pengiklanan. Proses penyelesaian masalah transportasi di bagi menjadi dua tahap yakni tahap alokasi awal, tahap uji optimasi dan modifikasi distribusi jika diperlukan. Uji optimasi menggunakan metode stepping stone, sedanfgkan untuk modifikasi distribusi menggunakan modi.
Contoh : “ Sebuah perusahaan memiliki 3 pabrik yang berlokasi di kota, X, Y dan Z. dan mempunyai alokasi masalah dalam hasil produksi dlam hal ini harus dikirm ke gudang gudang di kota F, G dan H kebutuhan dapa dilihat dari kolom dibawah ini.
Pabrik
Kapasitas Produksi Tiap Bulan
X
Y
Z
100 ton
80 ton
70 ton
Jumlah
260 ton
 (Kapasitas Pabrik )

Pabrik
Kapasitas Produksi Tiap Bulan
F
G
H
70 ton
130 ton
60 ton
Jumlah
260 ton
(Kebutuhan Gudang )

Dari
Biaya tiap ton (dalam ribu rupiah Rp)
Kegudang F
Kedgudang G
Kegudang H
Pabrik X
Pabrik Y
Pabrik Z
22
17
27
7
22
12
10
12
21
(Biaya Pengangkutan Setiap ton dari Pabrik X, Y, Z ke gudang F, G, H )

1.     Penyusunan Tabel Alokasi
Tabel Awal Trasnportasi beriisikan data dari kasus yang harus diselesaikan, Penyusunan tabel fungsi untuk memudahkan dalam penkerjaanya yang mengetahui hubungan antara kapasitas pabrik, kebutuhan gudang.
Langkah-langkah dalam pengisian tabel dilakukan sebagai berikut :
a.       Kebutuhan tiap-tiap gudang di letakan di baris terakhir
b.        Kapasitas tiap pabrik pada kolom terakhir
c.         Biaya pengangkutan di letakan pada segi empat kecil pada Tabel 5.4 
Dari
Ke
Gudang
F
Gudang
G
Gudang
H
Kapasitas Pabrik
Pabrik X
  22
  7
10
110
Pabrik Y
17
22
10
80
Pabrik Z
27
12
21
70
Kebutuhan Gudang
70
130
60
260
                                                                                                                                                                                                                        

2.  Langkah Distribusi atau Alokasi awal
Tabel 5.4 memperlihatkan data awal yang harus di selesaikan. Ketika telah dapat menysun tabel tersebut, langkah selanjutnya adalah menditribusikan produk alternatif pabrik-pabrik ke tujuan, yakni ke gudang-gudang

3.   Merubah Alokasi Secara trial and error
Sesuai tujuan metode trasnportasi untuk mengurangi biaya maka alokasi sebagaimana tabel 55 perlu di ubah secara trial and error tabel 5.6 dengan menghasilkan biaya pengangkutan yang lebih murah yaitu 110(7)+70(17)+10(22)+10(12)+40(21) = 3140.









Perubahan alokasi dapat dilakukan dengan merubah alokasi pada segi empat yang tidak terdekat Dengan biaya pengangkutan 110(7) + 70(17) +10(22) +10(12) + 40(21) = 3140. Perhitungan semacam ini sterusnya di lakukan untuk perubahan hingga di peroleh biaya pengangkutan terendah atau optimal.
1.      Modi Method
Metode MODI (Modified Distribusi) ndilakukan dengan cara penentuana segi empat kosong yang dapat menghemat baiaya.

a. Tabel pertama di idi sudut kiri atas bawah kanan bawah

b.  Tes optimasi
Tes optimasi dilakukan untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan sudah optimal ataukah belum. Jika hasil dari tes optimasi >  0 maka biaya yang akan di keluarkan telah optimal.

c.   Memilih titik tolak perubahan.
Titik tolak perubahan ditentukan berdasarkan hasil tes optimasi yang memiliki negatif terbesar karena akan dapat menhasilkan pengangkutan terkecil.

2. Vogel’s Approximation Method (VAM)
Jika di bandingkan dengan metode lain maka metode transportasi lebih mudah lebih cepat untuk dapat mengatur alokasi awal dari beberapa sumber ke beberapa tujuan adalah model Vogel’s.



MATERIAL HANDLING DALAM LOGISTIK

Penyimpanan dan penanganan bahan atau barang termasuk dalam salah satu tugas dalam manajemen logistik. Penyimpanan dan penanganan bahan atau material handling  tidak dapat dipisahkan dari aktivitas logistik. Secara tegas kedua kegiatan ini harus dilakukanhinggal munculnya order dari pelanggan dan mengirimkan barang jadi kepelanggan tersebut Bahan yang mengalir dari gudang bahan baku perlu ditangani agar masuk kedalam ruang proses pabrik, kemudian dalam proses produksi dari satu ruangan keruangan lain, dan seterusnya hingga gudang barang jadi. Keseluruhan aktivitas tersebut tidak terpisahkan dari penanganan bahan/barang yang di sebut material handling
Materila Handling ini melibatkan berbagai faktor penting, yakni tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan. Materila handling juga memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit dalam logistik, sehingga perlu dirancang dengan efektifitas dan efisien sehingga menguntungkan. Pada perusahaan tertentu yang secara rutin dan memiliki rute pemindahan yang tepat, biasanya material handling dilakukan secara otomatis sehingga biaya dapat diminimumkan.

A.    PENGERTIAN DAN TUJUAN MATERIAL HANDLING
Materila Handling  adalah aktifitas pemindahan dari suatu tempat ketempat lain, mengepak, dan penyimpanan untuk seluruh bentuk bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi. Ada tiga tepi kegiatan pokok dalam Material Handling , yakni pemindahan, pengepakan, dan penyimpanan. Ketiga tugas ini memerlukan tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan, serta bahan-bahan pembantu untuk melengkapinya oleh karena itu Material Handling  memerlukan ruang, waktu dan biaya maka perlu di rancang se efektif dan efisien. Tujuan utama dari perencanaan material handling adalah untuk menghemat pengunaan luas lantai, mengurangi beban tenaga kerja, meningkatkan keselamatan tenaga kerja, meningkatkan semangat kerja, dan meningkatkan efisiensi biatya.
Dasar-dasar perencanaan materila handling yang baik meliputi :
1.        Upayakan agar hjalur pemindahan pendek dan lurus;
2.        Usahakan agar bahan dekat pada tempat kerja;
3.       Bahan sebaiknya berada dekat dengan tempat proses dan bahan telah tersedia sebelum pekerjaan dilakukan
4.        Upaya mengkombinasikan cara-cara manula dengan cara otomatis;
5.        Utamakan pemindahan orang daripada pemindahan barang.

B.    FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN DAN JENIS MATERIAL HANDLING
Beberapa faktor yang perlu di pertimbangkan dalam merencanakan material handling :
1.        Asla dan tujuan bahan yang ditangani Beragam asal bahan yang harus di tangani mungkin dari gudang bahan baku, dari tempat proses atau dari gudang barang jadi.
2.        Bentuk bahan baku mungkin cair atau padat atau bentuk lainya. Ketika yang ditangani cair maka cara penangananya berbeda dengan bahan padat.
3.   Jarak tempuh jarak yang harus dilewati dari asal ketuajuan untuk memindahkan suatu bahan dengan bahan lainya kemungkinan berbeda.
4.      Beban bahan yang dipindahkan juga menjadi pertimbangan karena keragaman tingkat beban bahan yang harus dipindahkan kemungkinan memerlukan penanganan yang berbeda.
5.  Waktu yang diperlukan. Secara umum, jarak tempuh dengan wkatu pemindahan memeliki keterkaitan.
6.    Pebandingan an antara kecepatan pengadaan dengan pengiriman bahan menjadi pertimbangan dalam merencanakan material handling . oleh karena setiap penerimaan harus seimbang dengan waktu penyerahan.
7.    Alur dan rute pemindahan. Babarapa pemindahan bahan dapat terjadi mungkin searah berlawanan atau saling menyilang. Keragaman tersebut menjadi juga menjadi faktor penting untuk di rancang.
Berdasarkan jarak tempuhnya materila handling terdiri dari du macam :
Yakni pemindahan berjarak jauh (transport), dan pemindahan yang berjarak dekat (transfer). Berdasarkan arahnya ada materila handling yang arahnya tetap (fixed path), dan yang arahnya berubah-ubah (varied path equipment) jika ditinjau berdasarkan hubunganya dengan lantai maka ada material handling yang terjadi langsung menempel kelantai (floor typr) dan ada pula yang terjadi di atas lantai atau menggantung.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar