PENGANTAR STATISTIK SOSIAL
PENYAJIAN
DATA
1. KOMPETISI UMUM
a. Penyajian data dapat dikelompokan
menjadi penyajian data untuk data kualitatif untuk data kuantitatif berdasarkan
skala, skala variable, dibagi menjadi empat macam, yaitu nominal, ordinal,
interval dan rasio.
b. Data yang dikumpulkan dalam suatu
penelitian dapat berupa angka ataupun informasi yang di masukan dalam suatu
susunan dengan istilah tabel frekuensi dan dapat disajikan dengan menggunakan
diagram.
2. KOMPETISI KHUSUS
a.
Menjelaskan
penyajian data dalam bentu table
b.
Membuat
dan mengintrepesikan penyajian dta dalam bentuk table;
c.
Menjelaskan
penyajian dalam bentuk diagram
d.
Membuat
dan megintrepesikan penyajian data dalam bentuk diagram.
Penyajian Data Kualitatif
Data Kualitatif umumnya dihasilkan dari pertanyaan
pertanyaan terbuka, Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang dikategorikn
jawabanya tidak dibatasi oleh si peneliti.
“ Contoh” :
1.
Di
kota lebih mudah mencari pekerjaan Dikota
mudah
2.
Kota
lebih banyak peluang mendapatkan
pekerjaan
3.
Pekerjaan
apa pun dapat menghasilkan
4.
Kota
lebih menjanjikan karier tinggi
5.
Di desa terjadi kekeringan
6.
Di
desa terjadi kegagalan panen Keadaan
alam desa
7.
Di
desa tidak ada pekerjaan
Dari pengelompokan di atas maka
kategori data menjadi lebih sedikit, dari kategori yang ada dapat kita
sederhanakan menjadi 4 kategori yaitu :
1.
Di
kota mudah mendapatkan pekerjaan
2.
Kota
lebih menjanjikan karir tinggi
3.
Keadaan
alam didesa
4.
Di
desa tidak ada pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan
A.
PENYAJIAN DATA INTERPRETASI DATA
Data kualitatif merupakan data yang
memperlihatkan karakteristik-karakteristik dari suatu objek penelitian. Oleh
karena itu, data kualitatif tidak menampilkan katagori dalam bentuk angka.
Penampilan dalam bentuk angka justru menghilangkan informasi yang dimiliki oleh
data kualitatif, Tingkat pengukurandata kulaitatif menggunakan skala ordinal
dan nominal. Skala nominal mengklasifisikan setiap data kedalam
kategori-kategori tertentu sedangkan skala ordinal akan di dapatkan peringkat
dari setiapa kategori. Data kualitatif dapat disjikan dalam entuk table dan
dmiagram.
1.
Penyajian dan Interpretasi Data Dalam Bentuk Tabel Frekuensi
Tabel yang digunakan untuk data kualitatif disebut dengan table
distribusi frekuensi kualitatif. Ciri dari table data kualitatif ini
diperlihatkan pada pembagian kelas nyang didasarkan oleh kategor-kategori
tertentu.
Kategori
|
Frekuensi
(f)
|
Persentase(
%)
|
Perguruan tinggi favorit
Kualitas pengajar
Jarak dengan rumah
Biaya Perkuliahan
Fasilitas belajar-mengajar
|
20
30
10
45
35
|
14,29
21,43
7,14
32,14
25
|
Total
|
140
|
100
|
Berdasarkan
Tabel 1 maka kita dapat menginterpretasikan bahwa biaya pendidikan menjadi
factor penting dalam memilih perguruan tinggi yaitu 31,14%. Factor yang cukup
signifikan menjadi alas an yaitu fasilitas belajar mengajar sebsar 25 % untuk
keseluruhan responden peneliti.
Perbedan
antara tabel dengan skala pengukuran ordinal dan nominal terletak pada
kategorinya. Kategori skala nominal
memperlihatkan adanya tingkatan, sedangkan skala nominal kategorinya hanya
menggambarkan pengklasifikasian data.
Contoh
Variabel skala ordinal adalah status sosial ekonomi responden.
Kategori
|
Frekuensi
(f)
|
Persentase(
%)
|
Rendah
Sedang
Tinggi
|
24
40
16
|
30
50
20
|
Total
|
80
|
100
|
Berdasarkan tabel 2 ini, kita bisa
melakukan interpretasi bahwa sebagian besar responden memiliki status sosial
ekonomi yang sedang yaitu sebnaya 50%.
2.
Penyajian dan interpretasi Daa dalam Bentuk Diagram
a.
Diagram
lingkaran (pie chart)
Diagram lingkaran merupakan diagram yang dapat
digunakanuntuk semua tingkatana pengukuran. Untuk setiap kategori wilayah yang
didapatnya
Didasarkan
pada perhitungan sebagi berikut
x360
dimana
n adalah frekuensi tiap kategori atau kelas N adalah jumlah keseluruhan data
Rumus ini juga bisa diganti dengan rumus
x100% kini kita coba dengan
menggunakan tabel sebgaia berikut :
Pad gambar di atas terlihat bahwa yang
paling banyak dikemukakan oleh mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi yang
biaya pendidikanya tidak terlalu mahal adalah (33%).
Pada data yang terbagi dalam beberapa
kategori yang cukup banyak dan setiap kategori memiliki frekuensi yang hampir
sama maka kategori di anjurkan tidak lebih dari 7 karena akan mempersulit untuk
membandingkan perbedaan (besar kecilnya) kita lihat kategori yang banyak
sebagai berikut :
b.
Diagram Batang (bar graph)
Pada diagram batang, setiap kategori
diwakilakan oleh suatu persegi panjangan, dimana tinggi dari setiap persegi
panjang ditentukan oleh frekuensi masing-masing kategori. Oleh karena itu
dsalam diagram batang digunakan 2 macam sumbu yaitu sumbu horizontal dan sumbu
vertical pada sumbuhorisontal, diletakan kategori dari variable sedakan sumbu
vertical merupakam frekuensi dari setiap kategori. Hal yang penting dalam
pembuatan diagram batang adalah penempatan btang harus terpisah antara satu
batang dengan yang lain. Karena skala yang digunakan dalah skala nominal dan
ordinal yang bisa juga kita kelompokan kedalam variable diskret.
B.
PENYAJIAN DAN INTERPRETASI DATA
MENGGUNAKAN SPSS
Dalam ilmu social kita bisa menggunakan
program computer dalam mengolah data. Disini kit8a bisa melihat bagaiman
tamilan yang disajikan jika kita menggunakan program SPSS kita lihat tabelnya
sebagai berikut.
1.
Tabel
Frekuensi Hasil Pengolahan Data Dengan SPSS
Tabel
3
Status
Sosila Ekonomi
|
Frequency
|
Percent
|
Valid
Percent
|
Cumulative
Percent
|
Valid rendah
Sedang
Tinggi
Total
|
363
27
84
474
|
76.6
5.7
17.7
100.0
|
76.6
5.7
17.7
100.0
|
76.6
82.3
100.0
|
Kalau kita perhatikan table frekuensi
yang ditampilkan dengan menggunakan SPSS maka akan terlihat mbeberapa perbedaan
seperti jumlah kolom yang ditampilkan Pada kolom pertama, menunjukan kategori
sepertihalnya yang terdapat pada table frekuensi yang dibuat secara manual.
Demikian pula dengan kolom presentase memiliki kolom frekuensi dengan kolom
table frekuensi secara manual, kolom
percent pada table manual
menghitung presentase responden
yang ada sedangkan valid percent sudah memperhitungakn missing value atau data
yang di anggap hilang, data yang dianggap hilang misalnya data karena responden
tidak menjawab pertanyaan yang diajukan sehingga ndar seluruh responden yang
ada responden jyang tidak menjawab berarti tidak diperhitungkan dalam
menghitung persentasenya.
Tabel
4
Status
Sosial Ekonomi
|
Frequency
|
Percent
|
Valid
Percent
|
Cumulative
Percent
|
Valid rendah
Sedang
Tinggi
Total
Mising tidak menjawab
Total
|
363
27
84
465
9
474
|
76.6
5.7
17.7
100.0
1.9
100.0
|
76.6
5.7
17.7
100.0
|
76.6
82.3
100.0
|
Coba anda bandingkan dengan table 3
dengan table 4
2. Diagram atu
Grafik Hasil Pengolahan Data dengan SPSS
Seperti
halnya table frekuensi maka kita bisa menyajiakn bebbagai grafik dengan
menggunakan SPSS, coba kita lihat contohnya berikut ini.
Diagram Batang
Pie Chart (grafik
Lingkaran )
Penyajian Data Kuantitatif
Penggunaan skal pengukuran inyterval
dan rasioa akan menhasilakn data kuantitatif. Data kuantitatif ini berbentuk
angka-angka oleh karenanya kategori-kategori yang digunakan juga akan berbentuk
angka, Penyajian data ini juga bisa dalam bentuk table dan diagram.
A.
PENYEDERHANAAN DATA
Dalam pengumpulan
data di lapangan seringkali jawaban
responden memiliki variasi jawaban yang sangat banyak sehingga kita tampilkan
apa danya langkah yang bisa kita lakukan adalah data tersebut harus
dikelompokan dedalam kelompok angka. Pengelompokjan ini dinamakan pengelompokan
kelas, sedangkan rentang antara angka satu dengan yang lainya dinamakan dengan
ingteval kelas salpah satu cara yang bisa digunakan dengan menggunakan kaidah Strugess.
1.
Langkah Pertama
Dalam
langkah pertama ini kita akan mencari nilai pengamatan yang terkecil dan
terbesar dari pengamatan Kemudian kita menentukan nilai L dan Nilai H Nilai L
diperoleh dengan cara mengurangi nilai pengamatan L dan nilai H. Nilai L
diperoleh dengan cara mengurangi nilai pengamatan terkecil sebesar setengah
unit pengamatan terkecil (nilai pengamatan terkecil 0.5) sedangkan Nilai H
diperoleh dengan cara menambahkan nilai pengamatan terbesar sebesar setengah
unit pengamatan terkecil (nilai pengamatan terbesat +0,5) dengan ditentukanya
nilai L dan H maka kita dapat menghitung nilai rentang (R) dengan rumus.
Range
= (nilai observasi terbesar + 0,5) – Nilai observasi tekecil – 0,5)
Atau
R=H-L
2. Langkah Kedua
Dalam penyajian data yang dikelompokan
kita harus menentukan banyaknya kategori kelas yang akan dibuat, untuk
keseragaman data maka menggunakan stargess dengan kaidah Stargess banyak
kategori atau kelas yang ditentutksn dengan menggunkan rumus :
K
= 1+(3,322 x log n)
Dimana
:
K=
banyaknya kelas
N=Jumlah
Data (observasi)
3. Langkah Ketiga
Padalangkah
ketiga kita akan menentukan interval kategori atau kelas yang telah dibentuk,
interval kelas sangat di pengaruhi oleh banyaknya kelas dan penyebaran data
yang akan disusun dalam distribusi frekuensi, besarnya interval dapat dihitung
dengan rumus :
i =
=
Dimana :
i
= Interval Kelas
H
= Nilai Observasi yang tertinggi +
unit pengamatan terkecil
L
= Nilai observasi yang terkcil -
unit pengamatan terkecil
K
= Banyaknya Kelas
4. Langkah Keempat
Langkah Keempat ini merupakan langkah
dimana kita mulai membauat tabel distribusi bfrekuensi Tahap-tahap pembuat
tabel tersebut adalah sebagai berikut.
a. Menentukan
Batas Kelas nyata dan semua
1)
Bats Kelas nyata : Antara kelas tidak terdapat loncatan
nilai
2)
Batas Kelas semua : Antara kelas terdapat
loncatan nilai
b. Menetukan
nilai Tengah Kelas
1) Menggunakan
batas kelas nyata
Xi = batas bawah
nyata + batas atas nyata
2
2) Menggunakan
bats kelas semu
Xi = batas bawah
semu + batas atas semu
2
c. Menentukan
Frekuensi Absolut (f)
Besaran yang menunjukan
jumlah obyek yang masuk dalam kelas yang bersangkutan dengan cara memaukan atau
mengelompokan data observasi yang ada
d. Menentukan
Frekuensi Relatif (f rel)
Besarnya yang
menunjukan persentase obyek yang termasuk dalam kelas yang bersangkutan,
F rel = frekuensi
absolute (fi)pd kelas ke …
Frekuensi
total (
Kalau kita sudah
mengetahui langkah –langkah yang harus dilakukan untuk menyederhanakan data dan
menampilkan dalam bentuk tabel frekuensi yang legkap maka kini kita coba
melakukan penyajian data untuk kasus mengenai skor yang didapat oleh 80
responden. Kepada 80 orang tersebut kita tanyakan berapa skor yang mereka
dapatkan. Data yang terkumpul adalah sebagai berikut :
76
|
63
|
88
|
70
|
88
|
66
|
79
|
75
|
49
|
79
|
48
|
81
|
74
|
98
|
45
|
87
|
60
|
63
|
38
|
82
|
67
|
60
|
89
|
63
|
80
|
84
|
90
|
70
|
91
|
93
|
82
|
78
|
70
|
74
|
98
|
95
|
80
|
59
|
71
|
77
|
71
|
70
|
38
|
92
|
81
|
56
|
73
|
42
|
80
|
91
|
61
|
72
|
97
|
91
|
88
|
39
|
90
|
33
|
83
|
73
|
54
|
43
|
86
|
68
|
93
|
92
|
71
|
76
|
90
|
72
|
67
|
75
|
86
|
83
|
93
|
65
|
51
|
85
|
72
|
68
|
Berdasarkan data yang
ada kita lakukan langkang langkah sebagai berikut
a. Menetukan
banyaknya kelas, banyaknya data (n) dalam kasus skor tes anank anak adalah 80
Apabila dimasukan kedalam rumus sturgess banyaknya kelas akan dihasilkan :
K = 1
+ 3,322 log n
= 1 +
3,322 log 80
= 1 +
3,322 (1,90)
= 1 + 6,312
=
7,312
Nilai 7,312 memberikan petunjuk banyaknya
kelas yang dapat dibuat adalah 7,312. Ketika dibulatkan maka kelas yang
dibutuhkan adalah 8 kelas.
b. Menentukan
interval kelas yang akan digunakan
Apabila di perhatikan
dalam data skor nilai anak-anak di dapat data terendah adalah 33 sedangkan
tertinggi adalah 98 33 harus kita kurangi 0,5 menjadi 98,5 selisih dua angka
ini adalah 66 interval selisih akan dapat membagi angka tertinggi dan terendah.
66:8=8,25 interval ang digunakan tidak 8.15 melainkan 9 pembulatan keatas
dimaksud agar semua angka yanga ada dapat tertampung, banyaknya kelas untuk
dapat mengelompokan aka nada 8 kelas dan 9 nilai pengamatan, dengan demikian
dapat dilihat data diatas 33, 34, 35, 36,
37, 38, 39, 40, 41, kelas lainya dapat dilihat pada tabel
Tabel
6
Tabel
Tes Anak
Skor
Tes
|
Batas
kelas semu
|
Frekuensi
|
Persentase
|
32,5
x
41,5
|
33-41
|
4
|
5
|
41,5
x
50,5
|
42-50
|
5
|
6,25
|
50,5
x
59,5
|
51-59
|
4
|
5
|
59,5
x
68,5
|
60-68
|
12
|
15
|
68,5
x
77,5
|
69-77
|
19
|
23,75
|
77,5
x
86,5
|
78-86
|
16
|
20
|
86,5
x
95,5
|
87-95
|
17
|
21,25
|
96,5
x
104,5
|
96-104
|
3
|
3,75
|
Total
|
80
|
100
|
Kolom
frekuensi didapat dengan menjumlahkan munculnya nilai di dalam daftar tes anak
Frekuensi pada kelas pertama di dapat dari :
33
|
1
|
34
|
0
|
35
|
0
|
36
|
0
|
37
|
0
|
38
|
2
|
39
|
1
|
40
|
0
|
41
|
0
|
|
=4
|
Jumlah
kemunculan setiap nilai pengamatan pada kelas pertama di atas adalah 4
Cara
lain yang dapat digunakan adalah membuat turus untuk masing masing kelas yaitu
sebagi berikut :
Kategori
|
Turus
|
Frekuensi
|
33-41
|
IIII
|
4
|
42-50
|
IIII
|
5
|
51-59
|
IIII
|
4
|
60-68
|
IIII IIII II
|
12
|
69-77
|
IIII
IIII IIII IIII IIII
|
19
|
78-86
|
IIII IIII
IIII I
|
16
|
87-95
|
IIII
IIII IIII II
|
17
|
96-104
|
III
|
3
|
Total
|
|
80
|
B.
PENYAJIAN
DAN INTERPRETASI DATA
1.
Tabel Frekuensi
2.
Tabel untuk data kuantitatif disebut dengan
tabel distributive frekuensi kuantitatif. Pembagian kelas pada tabel ini di
tentukan oleh angka angka yang didapat dalam pengumpulan data. Jika angka yang
muncul tidak bervariasi maka tabel akan berbentuk tunggak sebagi contoh dibawah
ini :
Jumlah
Anak
|
Frekuensi
|
Persentase
|
1
|
2
|
10
|
2
|
6
|
30
|
3
|
3
|
15
|
4
|
4
|
20
|
5
|
5
|
25
|
Total
|
20
|
100
|
Berdasarkan
tabel diatas kita bisa menginterpretasikan bahwa jumlah anak yang dimiliki
cukup bervariasi dan tidak kecenderungan apakah jumlah anak cenderung besar
atau sedikit hal ini dikarenakan presentase yang dimiliki Jumlah anak 2(30%)
relative sama dengan keluarga yang memiliki jumlah anak 5(25%).
2.
Diagram
(Grafik)
a.
Histogram
Diagram ini memiliki
kesamaan dengan diagram batang, hanya saja untuk histogram setiap persegi
panjang tidak saling terpisahtetapi saling menempel karena bhersifat kontinu.
b.
Poligon frekuensi merupakan suatu
grafik yang dihasilkan dengan menghubungkan puncak dari masing-masing nilai
tengah kelas histogram, dengan
demikian sumbu horizontalnya diwakilakn
oleh angka titik tengah masing masing kelas. Titik tengan setiap kelasa dapat
diperoleh dengan menjumlahkan nilai terendah dan tertinggi masing masing kelas
kemudian di bagi 2 seperti kelas pertama 32,5+41,5=74 kemudian 74:2 = 37 dan
titik kelas lainya dapat dilihat di table.
Tabel
8
Tabel
titik Tengah Skor Anak
Skor
Tes
|
Titik
Tengah
|
Frekuensi
|
32,5
x
41,5
|
37
|
4
|
41,5
x
50,5
|
46
|
5
|
50,5
x
59,5
|
55
|
4
|
59,5
x
68,5
|
64
|
12
|
68,5
x
77,5
|
73
|
19
|
77,5
x
86,5
|
82
|
16
|
86,5
x
95,5
|
91
|
17
|
96,5
x
104,5
|
100
|
3
|
Interpretasi
dari diagram ini tidak terlalu bebbeda dengan interpretasi pada histogram hanya
pada polygon frekuensi di gunakan titik tengan
skor tes anak paling inggi banyak berada di titik tengah 73.
c.
Ogive
Oghive adalah suatu bentuk diagram
yang di buat dar frekuensi kumulatif pada oive sumbu horizontalnya tidak
menggunakan titik tenga, tetapi menggunakan batas nyata kelas atau kategori
sedangkan pada sumu vertikalnya digunakan frekuensi kumulatif. Garis yang
menghubungkan batas kelas nyata selalu bergerak naik atau turun. Tidak mungkin
naik atau turun. Titik awal dari garis
ogive diwakili oleh batas kelas nyata bawah kelas, agar dapat melihat frekuensi
kita bisa melihat table di bawah ini, Frekuensi Kumulatif adalah sebagai
besaran yang menunjukan julhah objek yang termasuk kelas yang bersangkutan dan
kelas-kelas sebelumnya.
Tabel 9
Frekuensi Kumulatif Tes Skor
Kategori
(Batas Nyata Kelas)
|
Frekuensi
|
Frekuensi
Kumulatif
|
32,5
x
41,5
|
4
|
4
|
41,5
x
50,5
|
5
|
4 + 5
9
|
50,5
x
59,5
|
4
|
9 + 4
13
|
59,5
x
68,5
|
12
|
13 + 12
25
|
68,5
x
77,5
|
19
|
25 + 19
44
|
77,5
x
86,5
|
16
|
16 + 44
60
|
86,5
x
95,5
|
17
|
60 + 17
77
|
96,5
x
104,5
|
3
|
77 + 3
80
|
Total
|
80
|
|
Dari
data pada table 8 kita bisa menghasilkan ogive seperti pada Diagram 8 :
d. Steam and Leaf diagram (Grafik
batang daun
Diagram
batang daun digunakan untuk memperoleh informasi mengenai distribusi dari gugu
data dan nilainilai pengamatan aslinya.
Diagram tersebut memueat semua data pengamatan yang ada dan hanya dapat digunakan
pada skala rasio. Untuk dapat memperoleh gambaran yang jelas berikut beberapa
tahapan yang dapat dilakukan untuk membuat diagram batang daun.
1. Pilihan Bilangan jyang akan
menjadi batang ?(perhatikan agar batang yang dipilih mencakup semua bilangan
dalam gugus data) Pada umumnya nilai batang dimulai dari 0 hingga 9
2. Urutkan batangnya Tempatkan
nilai batang terkecil di bagian atas dan nilai batang terbesar di bagian bawah
(urutan dapat dibalik jika ingin kebalikanya)
3. Buat garis vertical yang
memisahkan batang dan daun
4. Untuk setiap nilai pengamatan
catat bilangan yang merupakan daun dari batang yang bersangkutan dan letakan di
didi kanan batang
5. Susun urutan bilangan yang
merupakan daun dari batangb yang sama dalam urutan menaik.
Kita
gunakan lagi data mentah yang menggambarkan skor tes anak.
76
|
63
|
88
|
70
|
88
|
66
|
79
|
75
|
49
|
79
|
48
|
81
|
74
|
98
|
45
|
68
|
87
|
60
|
63
|
38
|
82
|
67
|
60
|
89
|
63
|
80
|
84
|
90
|
70
|
91
|
93
|
72
|
82
|
78
|
70
|
74
|
98
|
95
|
80
|
59
|
71
|
77
|
71
|
70
|
38
|
92
|
81
|
85
|
56
|
73
|
42
|
80
|
91
|
61
|
72
|
97
|
91
|
88
|
39
|
90
|
33
|
93
|
73
|
51
|
54
|
43
|
86
|
68
|
93
|
92
|
71
|
76
|
90
|
72
|
67
|
75
|
86
|
83
|
93
|
65
|
Untuk
mempermudah kita buat dulu data mentah tersebut kedalam kolom berikut ini.
Stem
|
Leaf
|
3
|
8893
|
4
|
98523
|
5
|
9614
|
6
|
3680370301875
|
7
|
609594280417103231625
|
8
|
881729042015083663
|
9
|
801385217103203
|
Setelah
itu pada bagian leaf kita urut kan dari data yang terkeceil hingga terbesar
sehingga menhasilakan diagram batang dan daun berikut
Frek4
|
Stem
|
Leaf
|
5
|
3
|
3889
|
4
|
4
|
23589
|
4
|
5
|
1469
|
13
|
6
|
0001333567788
|
21
|
7
|
000111222334455667899
|
18
|
8
|
000112233456678889
|
15
|
9
|
000111223335788
|
C.
PENYAJIAN
DATA HASIL PENGOLAHAN DENGAN SPSS
Penyajian
data table frekuensi kuantitatif sama dengan penyajian data table frekuensi
keuntitatif, untuk itu anda bisa melihat contoh table frekuensi kualitatif,
untuk tampilan diagram hasil penyajian data dengan menggunakan program SPSS
terlihat dalam diagram-diagram berikut :
2. Steam and leaf
Grafik 11
Total barang yang diproduksi
Frequncy
|
Steam & Leaf
|
|
32.00
|
0 .
|
568&
|
104.00
|
1 .
|
0012234556789
|
131.00
|
2 .
|
00112334556778899
|
207.00
|
3 .
|
001122233444555566778899
|
317.00
|
4 .
|
00000111222223344445555556666777888899999
|
320.00
|
5 .
|
00000111222333444555556666777778889999
|
248.00
|
6 .
|
0000111222233344555556677888999
|
262.00
|
7 .
|
000111222333444445556667778888999
|
210.00
|
8 .
|
000112223344445555667778899
|
138.00
|
9 .
|
001223455667899
|
74.00
|
10 .
|
003455789&
|
74.00
|
11 .
|
01234578&
|
54.00
|
12 .
|
0035&&&
|
50.00
|
13 .
|
0234589&
|
32.00
|
14 .
|
045&&
|
17.00
|
15 .
|
15&
|
170.00
|
Extremes
|
(>=158000)
|
Steam
widt : 10000
Each
Leaf : 8 case (s)
Jika kita perhatikan
steam and leaf yang sudah dihasilakan dengan menggunakan program SPSS maka kita
lihat pada bagian akhir terdapat keterangan mengenai stam width : 10000 hal ini
diartikan bahwa setiap angka yang terdapat didalam steam merupakan bilangan
puluhan ribu 50000. Dalam contoh Pada grafik 11 Steam widhtnya adalah satuan,
sehigga ketika ada angka 5 dalam steam maka dapat diartikan sebagai 5, demikian
pula steam widtnya 10 maka ketika ada angka 5 dalam setam dapat diartikan
sebagai 5.
Seleanjutnya terdapat
keterangan each cases : 8 cases, hal ini menunjukan bahwa setiap angka yang
terdapat di dalam leaf, sebenarnya mewakili 8 data dalam contoh pada grafik 11,
each casesnya 1 sehingga setiap angka yang ada dalam leaf hanya mewakili satu
data.
Rangkuman
Penyajian data
kuantitatif ditandai dengan penggunaan kategori yang berbentuk angka, oleh
karena itu skala yang digunakanya adalah interval rasio Data kuantitatif juga
dapat disajikan dalam bentuk tabel diagram.
Penyajian data
berbentuk tabel dapat di bagi 2 bentuk yaitu tabel dengan kategori tunggal dan
tabel dengan kategori dikelompokan, Untuk mengelompokan data kuantitatif
diperlukan jumlah kelas dan interval kelas
Diagram untuk data
kuantitatif adalah diagram lingkaan, histogram, polygon, steam and leaf dan
ogive. Setiap diagram memiliki komponen komponen yang berbeda dalam
pembuatanya.